Rabu, 16 Juli 2008

THIS IS ABOUT COMMITMENT

Pada suatu hari, saya diajak suami untuk mengikuti kegiatan alumni teman-temannya waktu SMA. Kebetulan saya juga ada kepentingan untuk keperluan tesis S3 jadi ya sekalian.. sambil menyelam, minum air. Dari perjalanan tersebut saya banyak mendapat pelajaran soal komitmen, yang sebelumnya belum pernah saya rasakan. Sepertinya bagi sebagian orang hal ini terlalu klise tetapi saya merasa waktu itu benar-benar menjadi saksi mata sebuah hingar bingar acara yang melibatkan kata ‘komitmen’ tersebut.

Waktu itu ada pemilihan ketua perkumpulan alumni itu. Ada 3 calon yang benar-benar amazing menurut saya,

Calon pertama adalah teman angkatan suami (angkatan ke-3). Seorang doktor lulusan Swiss yang juga memiliki dua titel master dari Jerman dan insiyur dari ITB. Dia bekerja sebagai konsultan dan mengajar di Sama ITB. Wakil-wakilnya adalah adik-adik angkatannya; yang satu (angkatan ke-7) adalah master dari Teknik Kelautan ITB dan bekerja sebagai konsultan sementara yang satunya lagi (angkatan ke-6) adalah seorang insiyur IT dari NTU, Singapura yang juga mengambil master di tempat yang sama.

Calon kedua adalah adik angkatan suami (angkatan ke-5), dosen UI yang sebulan lagi meraih gelar doktornya dari UI. Dia memiliki tim yang solid di angkatannya. Dan pendukung utamanya yang waktu itu juga datang mendukung dirinya adalah putra pertama presiden yang tampil dikawal paspampres.

Calon ketiga adalah kakak angkatan suami (angkatan ke-2) seorang dokter kandungan yang juga dosen di UI yang menggandeng wakil dari angkatan ke-4 yang juga seorang konsultan dan dosen bergelar master di UI.

Melihat komposisi calon-calon ketua sempat membuat saya terbengong-bengong apalagi ketika saya tahu bahwa tidak ada keuntungan yang bersifat materi dengan menjadi ketua. Hare gene..kayak orang cari masalah saja soalnya tugas-tugasnya jelas sangat banyak. Apalagi melihat sebaran anggota yang di seluruh Indonesia bahkan manca Negara.

Tempat Pemungutan Suara (TPS) benar-benar seperti Pemilu beneran tersebar di beberapa daerah seperti Medan, Batam, Singapura, Balikpapan, Jakarta, Bandung, Semarang, Solo, Jogya, Surabaya, Denpasar dan lain-lain, ada tanda cap di jari ketika sudah mencoblos, ada road show kampanye ke daerah-daerah (saya sempat ikut waktu road show di Semarang) bahkan sampai ke Singapura, penggalangan dana kampanye, banner-banner bahkan poster kandidat-kandidat, konsolidasi setiap waktu bahkan silaturahmi ke pendiri-pendiri sekolah, kembali ke sekolah di Magelang waktunya Prasetya Alumni sambil silaturahmi dengan guru-guru dan pamong. Bahkan strategi dan kampanye yang model under ground sudah melampaui politikus asli. Benar-benar membuat kagum..Kalau politikus kan ada maunya kalau membuat move.

Semakin kagum lagi, bahwa tujuan mereka melakukan itu sama sekali tidak karena faktor uang (bahkan mereka harus keluar uang dari kantong mereka sendiri, bahkan pada beberapa kesempatan ada saweran), pangkat apalagi popularitas. Padahal mereka juga orang-orang yang sibuk dengan pekerjaan dan kehidupan keluarganya (kebanyakan mereka adalah keluarga muda dengan satu sampai tiga anak). Mereka berasal dari berbagai kalangan; militer, pengusaha, pegawai, professional, banker, dosen, dokter, pendeta, polisi, insiyur, ekspatriat di luar negeri dan sebagainya.

Banyak diantara mereka yang sudah menduduki top management di lembaganya tetapi masih mau bersusah payah untuk sebuah komitmen. Sebuah komitmen yang mungkin sudah banyak luntur di era masa sekarang ini apalagi pada kaum muda, yang sudah terkikis oleh sang waktu akibat banyak perubahan yang terjadi tetapi masih melekat erat di sanubari mereka. Komitmen memberikan yang terbaik pada lembaga pendidikan (yang sudah memberikan banyak pada mereka) dan akhirnya adalah komitmen pada bangsa dan negara.

Akhirnya, siapapun yang menang tidak ada masalah karena kemudian baik tim yang menang maupun yang kalah sama-sama memberikan apresiasi dan kemudian sama-sama berkonsolidasi untuk segera bertindak sesuai program-program yang telah mereka merencanakan dan mereka buat. Karena bagaimanapun juga tujuan mereka benar-benar satu..This is about commitment…their commitmentJadi ingat JFK, My loyalty to my party end when loyalty to my country begin…

Tidak ada komentar: